Keamanan lingkungan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap warga permukiman, namun tidak semua kawasan perumahan memiliki sistem pengawasan yang memadai. RW 10, Desa Ciganitri, Kabupaten Bandung, dengan sekitar 300 kepala keluarga, selama ini masih mengandalkan sistem keamanan konvensional berupa ronda malam dan koordinasi melalui grup pesan singkat.
Kondisi tersebut menyebabkan munculnya sejumlah titik buta (blind spot) di berbagai sudut lingkungan dan meningkatkan potensi kerawanan keamanan yang nyata. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom hadir dengan solusi sistem pemantauan berbasis kamera pengawas digital (Closed-Circuit Television/CCTV) untuk menjawab permasalahan tersebut secara konkret dan berkelanjutan.
Program pengabdian ini tidak sekadar memasang perangkat teknologi. Lebih dari itu, kegiatan dirancang secara menyeluruh, mulai dari pemetaan titik rawan, instalasi sistem CCTV terintegrasi, pelatihan warga, hingga pembentukan kelompok pemantau keamanan di tingkat RW. Pendekatan partisipatif yang melibatkan warga dan pengurus lingkungan secara aktif menjadi kunci agar sistem yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat dikelola secara mandiri untuk jangka panjang.

Identifikasi Masalah Blind Spot dan Kerugian Nyata Warga
Kegiatan diawali dengan observasi lapangan secara langsung oleh tim dosen S1 Teknik Komputer Universitas Telkom bersama pengurus dan warga RW 10 Desa Ciganitri. Dari hasil pemetaan tersebut, teridentifikasi sejumlah titik buta yang tidak terjangkau oleh pengawasan konvensional, khususnya di area akses masuk, jalan dalam lingkungan, dan sudut-sudut permukiman yang minim penerangan.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis semata. Berdasarkan catatan warga, berbagai kasus kriminalitas pernah terjadi di lingkungan RW 10, mulai dari pencurian kendaraan bermotor, pencurian hewan ternak, hingga kehilangan barang pribadi seperti ponsel dan alas kaki. Total kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat rangkaian kejadian tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp35.000.000. Fakta ini menjadi penguat urgensi bahwa sistem keamanan yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi tidak bisa lagi ditunda.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tim pengabdian melakukan analisis kebutuhan yang komprehensif dari perspektif rekayasa sistem dan keamanan digital. Analisis ini menjadi landasan perancangan sistem CCTV yang mencakup pemilihan titik pemasangan, spesifikasi perangkat, topologi jaringan pemantauan, serta mekanisme pengelolaan data rekaman secara aman dan efisien.
Implementasi Sistem dan Keterlibatan Aktif Masyarakat

Setelah tahap pemetaan dan perancangan selesai, tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan pengadaan dan pemasangan perangkat EZVIZ Smart Home Camera pada sejumlah titik strategis di lingkungan RW 10 Desa Ciganitri. Kamera dipasang di lokasi-lokasi yang menjadi akses keluar-masuk lingkungan serta area yang memerlukan pengawasan untuk meminimalkan titik buta (blind spot). Seluruh perangkat dikonfigurasi agar terhubung ke jaringan internet sehingga dapat dipantau secara langsung (real-time) melalui aplikasi EZVIZ pada telepon pintar.
Setiap kamera dilengkapi dengan media penyimpanan microSD untuk merekam aktivitas secara lokal, sehingga rekaman dapat diakses kembali apabila diperlukan. Sistem ini memberikan kemudahan bagi pengurus RW dalam melakukan pemantauan tanpa harus berada di lokasi, sekaligus meningkatkan respons terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan.
Proses pemasangan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pengurus RW dan warga setempat. Selain memastikan penempatan kamera sesuai kebutuhan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami cara kerja sistem, mulai dari proses instalasi hingga penggunaan aplikasi pemantauan.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program, tim juga menyelenggarakan pelatihan bagi perwakilan warga mengenai pengoperasian kamera, cara mengakses tayangan langsung maupun rekaman, pengelolaan akun pengguna, serta langkah-langkah penanganan gangguan teknis sederhana. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan masyarakat mampu mengelola sistem pengawasan secara mandiri sehingga manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.
Serah Terima Sistem dan Penyusunan SOP Keamanan
Sebagai bagian dari tahapan akhir kegiatan, tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom melaksanakan serah terima perangkat sistem pemantauan kepada perwakilan warga RW 10 Desa Ciganitri. Perangkat yang diserahkan terdiri atas beberapa unit EZVIZ Smart Home Camera, kartu memori microSD sebagai media penyimpanan rekaman, serta buku panduan penggunaan dan instalasi perangkat. Seluruh perangkat telah dikonfigurasi agar siap digunakan dan dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi EZVIZ pada telepon pintar.
Selain serah terima perangkat, tim pengabdian juga memberikan panduan penggunaan kepada pengurus RW dan perwakilan warga. Materi yang disampaikan meliputi cara mengakses tayangan secara real-time, melihat dan mengunduh rekaman, mengelola akun pengguna, serta melakukan perawatan dan penanganan gangguan teknis sederhana. Pendampingan ini bertujuan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan mengelola sistem pengawasan secara mandiri sehingga kebermanfaatan program dapat terus berlanjut setelah kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan.
Melalui implementasi sistem pemantauan berbasis kamera digital ini, diharapkan keamanan lingkungan RW 10 Desa Ciganitri semakin meningkat serta mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Dampak dan Kontribusi Program Studi
Implementasi sistem CCTV berbasis digital memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh warga RW 10 Desa Ciganitri. Keberadaan kamera pengawas di titik-titik strategis tidak hanya memperluas jangkauan pemantauan lingkungan secara signifikan, tetapi juga menumbuhkan efek pencegahan (deterrence effect) yang membuat warga merasa lebih aman beraktivitas, termasuk anak-anak yang kini lebih bebas bermain di lingkungan sekitar rumah. Respons terhadap potensi gangguan keamanan pun menjadi jauh lebih cepat karena pengurus RW dapat memantau kondisi lingkungan secara real-time dari mana saja.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Telkom membuktikan komitmennya dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Program pengabdian ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur keamanan fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan literasi digital warga dalam memanfaatkan teknologi informasi secara mandiri dan bertanggung jawab. Kegiatan ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta dengan Roadmap Kelompok Keahlian SPICE Universitas Telkom periode 2024–2028 pada bidang Computer Engineering dan Information Security. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik dalam penguatan keamanan lingkungan berbasis teknologi digital yang dapat direplikasi di berbagai kawasan permukiman lainnya.





